Tampilkan postingan dengan label Tokoh Betawi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Betawi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2018

Ini Dia 12 Tempat Destinasi di Jakarta Utara yang wajib di kunjungi

Logo 12 Jalur Destinasi




1. Taman Suaka Margasatwa Muara Angke

Siapa sangka di Jakarta Utara ada hutan, meskipun bukan hutan sungguhan, tapi ternyata Muara Angke menjadi satu-satunya lokasi di Jakarta yang memiliki hutan. Meskipun Muara Angke merupakan kawasan yang terletak di pesisir Teluk Jakarta  yang kondisi cuacanya senantiasa panas belum lagi dihimpit oleh  perumahan mewah Pantai Indah Kapuk dan Pluit. Namun kini Hutan Muara Angke menjadi hijau dan hidup pula di dalamnya berbagai margasatwa pesisir, menjadikan Taman Suaka Margasatwa Muara Angke  salah satu tujuan wisata pesisir di Jakarta Utara  yang jarang bahkan tidak ditemui oleh  wisatawan di Jakarta saat ini.

Sambil berjalan di atas   jembatan dari kayu ( board walk ) yang panjangnya sekitar 843 meter  dengan ketinggian kira-kira 20 meter dari permukaan tanah, kita bisa mengitari hamparan hutan bakau sambil melihat-lihat pemandangan yang sangat indah dan  menyejukan. Belum lagi pemandangan yang jarang kita temui di Jakarta yaitu satwa liar seperti monyet - monyet yang bermain bebas berkeliaran di salah satu spotnya serta burung - burung pantai yang jumlahnya diperkirakan 74 jenis yang terbang kian kemari dari satu pohon ke pohon yang lainnya semua itu menambah indah pemandangan di Taman Suaka Margasatwa Muara Angke ini.


Sebagaimana layaknya hutan bakau ( pantai ) di kawasan ini juga ada ular sanca ( piton ), biawak, ular cobra, dan kera ekor panjang. Puas  jalan-jalan berkeliling hutan,kita bisa  mengarungi Sungai Muara Angke sekaligus menuju Pulau Burung yang berada tidak jauh dari Hutan Angke.





2. Sentra Perikanan Muara Angke

PUJASERI adalah tempat atau lokasi Pusat Jajan Serba Ikan  yang terdapat di Muara Angke, pada hari libur atau hari - hari biasa dikunjungi oleh penikmat seafood ( makanan hasil laut ), karena Muara Angke merupakan salah satu Pusat Pemasaran Ikan yang ada di Jakarta Utara selain Muara Baru dan Pasar Ikan.Kita dapat menikmati berbagai makanan hasil laut langsung dari nelayan, tentunya dengan harga yang relatif murah.



3. Kawasan Sunda Kelapa
Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan salah satu tujuan wisata pesisir. Di Pelabuhan inilah pertama kalinya nPasukan Pangeran Jayakarta mendarat , lokasinya  tidak jauh dari kawasan wisata Kota Tua. Sebagaimana layaknya Pelabuhan,pemandangan kapal-kapal kayu (Pinisi) yang berlabuh di  dermaga Pelabuhan  menjadi pemandangan tersendiri, tampak indah memang. Meskipun cuaca di Pelabuhan Sunda Kelapa ini cukup panas, setiap harinyanya banyak para juru foto yang mengabadikan moment tertentu di lokasi wisata ini.  




 






4. Masjid Luar Batang

Masjid Luar Batang adalah obyek wisata pesisir dalam bentuk religi. masjid ini berada di belakang Gedung Museum Bahari.Masjid ini didirikan oleh  Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus yang wafat pada masa penjajahan Belanda dan Beliu dimakamkan di Masjid Luar Batang ini, sehingga sampai saat ini Masjid Luar Batang tidak pernah sepi dari para penziarah.Terlebih lagi pada Malam Jum'at atau Malam - Malam tertentu para penziarah tidak saja berasal dari Jakarta , tetapi dari luar Jakarta pun datang berziarah ke Makam Sang Habib bahkan dari mancanegara.
 
5. Sentra Belanja Mangga Dua

Pusat  Perbelanjaan grosir Mangga Dua  pada mulanya dikenal dengan nama Pasar Pagi Mangga Dua. Pasar Pagi Mangga Dua ini sudah dikenal sejak tahun 1741. Seiring perkembangan zaman Pusat Grosir Mangga Dua ini menjadi terkenal hingga Mancanegara. Karena biasanya para wisatawan yang berkunjung ke tempat - tempat wisata di Jakarta Utara tidak akan melewat untuk mampir di Mangga Dua ini untuk berburu berbagai macam kebutuhan seperti baju , tas, sepatu bahkan elektronik   yang asli branded sampai dengan yang biasa - biasa saja dengan harga yang relatif murah dan bisa melakukan tawar menawar pula. Wajar saja Kalau Pusat Grosir Mangga Dua ini menjadi salah satu tujuan wisata belanja dari 12 destinasi wisata pesisir Jakarta Utara.

6. Taman Impian Jaya Ancol

Taman Impian Jaya Ancol merupakan lokasi wisata kebanggaan Jakarta Utara. Karena di lokasi wisata ini banyak sekali taman -taman hiburan yang mampuh memuaskan para wisatawan, seperti Dunia Fantasi yang di dalamnya banyak terdapat arena bermain  yang mampuh memacu adrenalin serta panggung - panggung hiburan yang dimeriahkan oleh artis - artis Ibukota juga pertunjukan spektakuler yang bahkan didatangkan dari luar negri yang semua itu adalah untuk memberikan kepuasan para pengunjung.Di Taman Impian Jaya Ancol juga ada wisata pantai dan pertnjukan film 4 dimensi serta wahana bermain es . Belum lagi pertunjukan hewan laut yang pandai seperti lumba-lumba dan kita juga disuguhkan dengan berbagai macam jenis biota laut dalam aquarium raksasa di Sea Word.Itu semua menjadikan Taman Impian Jaya Ancol sebagai andalan destinasi di Jakarta Utara.

7. Bahtera Jaya Ancol
Bahtera Jaya Ancol letaknya tidak jauh dari Taman Impian Jaya Ancol , lebih ke arah Timur. Lokasi ini selain sebagai tempat atau Pusat Pembinaan Olahraga Air juga sebagai tempat wisata pantai. Bahtera Jaya Ancol yang dikenal dengan nama Gelanggang Olahraga Bahtera Jaya Ancol ini menjadi tempat rekreasi pantai untuk umum yang murah.

8. Stasiun Tanjung Priok

Stasiun Tanjung Priok merupakan stasiun tertua yang letaknya berseberangan dengan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Bangunan tua ini  memiliki bentuk bangunan yang hampir mirip dengan bangunan - bangunan yang ada di kota tua. Stasiun Tanjung Priok selain sebagai salah satu dari 12 destinasi wisata pesisir Jakarta Utara juga menjadi salah satu cagar budaya DKI Jakarta. Stasiun Tanjung Priok adalah stasiun termegah di Asia Tenggara pada masanya, stasiun ini memiliki sejarah dalam roda perekonomian Batavia.

Wajar bila Stasiun Tanjung Priok merupakan bagian dari  sejarah Batavia, karena di dalam bangunan tua ini terdapat terowongan rahasia yang konon menembus kebeberapa arah yang pada jaman penjajahan digunakan sebagai  akses jalan rahasia yang konon tembus sampai ke Sunda Kelapa , Stasiun Kota bahkan Istana Negara dan beberapa pulau kecil di Teluk Jakarta.Misteri terowongan bawah tanah di Stasiun Tanjung Priok ini masih menjadi misteri dan belum terpecahkan sampai saat ini. Di Stasiun Tanjung Priok ini juga terdapat losmen - losmen di lantai atasnya sebagai tempat menginap para penumpang pada masa lalu . Kini Losmen - losmen itu tidak lagi berfungsi.

9. Jakarta Islamic Centre

Jakarta Islamic Center yang berdiri diatas lahan bekas lokalisasi terbesar di Jakarta yang dikenal dengan sebutan Kramat Tunggak merupakan   tempat pengkajian dan pengembangan Islam di Jakarta. Jakarta Islamic Center terletak di Jl Kramat Jaya, Tugu Utara, Koja ini adalah bangunan Masjid besar yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas . Jakarta Islamic Center merupakan jalur wisata religi selain Masjid Luar Batang dan Masjid Al-Alam Marunda.

10. Kampung Tugu

Kampung Tugu yang berada di Kecamatan Koja, Jakarta Utara ini di dalamnya terdapat Gereja Portugis tertua di Jakarta. Kampung ini  diperuntukan bagi bekas Mardijkers atau tentara Portugis yang sudah dibebaskan dari tawanan perang. Hingga saat ini keberadaan Kampung Tugu yang dihuni sebagian besar keturunan Portugis tetap dipertahankan sebagai lokasi tujuan wisata di Jakarta Utara. Untuk menarik para wisatawan di Kampung Tugu ini masih bertahan kesenian musik tradisional Portugis yaitu Keroncong Tugu yang sudah dikenal hingga mancanegara.

11. Kampung Marunda

Kampung Marunda identik dengan Masjid Al-Alam Marunda yang konon Masjid ini didirikan dalam waktu satu malam. Masjid Al -Alam Marunda ini merupakan lokasi wisata religi yang terdapat di ujung bagian Timur Kota Jakarta Utara. Tidak jauh berbeda dengan Masjid Luar Batang, Masjid Al-Alam Marunda ini juga kerap dikunjungi para penziarah, baik domestik maupun mancanegara.


Tidak Jauh dari Masjid Al-Alam Marunda terdapat peninggalan  bersejarah yaitu Rumah si Pitung.
Si Pitung adalah tokoh legenda Jakarta yang juga merupakan tokoh yang menentang penjajah Belanda pada jamannya. Tidak berlebihan jika Si Pitung di jadikan icon dari 12 Destinasi Wisata Pesisir Jakarta Utara.

12. Sentra Belanja Kelapa Gading
Selain Pusat Grosir Mangga Dua, di Jakarta Utara terdapat juga kawasan belanja Kelapa Gading yang terkenal dengan berbagai macam kulinner selain wisata belanja. Pusat Kulinner Kelapa Gading akan sangat terlihat ramai dan banyak dikunjungi pada saat Ramadhan, karena berbagai jenis makanan berbuka akan tersedia disini.

Jadi jangan salah sangka, kalau Jakarta Utara itu bukan semata-mata  lokasi atau wilayah yang panas dan gersang, ternyata masih banyak tempat yang perlu dikunjungi untuk membuktikan bahwa Jakarta Utara juga memiliki tempat - tempat wisata yang indah dan bersejarah.

Selamat Datang di jakarta Utara. Jangan lupa kunjungi 12 Destinasi Jalur Wisata Pesisir jakarta Utara.

ini dia 15 Tempat Wisata Di Jakarta Utara Terbaru yang wajib kalian kunjungi

Jakarta Utara merupakan sebuah Kota di DKI JAKARTA, Kota ini memiliki sejuta pesona dan panaroma alam yang menakjubkan dan masih banyak yang tersembunyi, sehingga masih banyak orang yang belum mengetahui akan keindahan dan tempat keren yang ada di Jakarta Utara. Jakarta Utara punya banyak Spot objek wisata keren, mulai dari Situs budaya, situs bersejarah, spot foto foto kekinian , sampai air terjun yang sangat memanjakan mata dan harus segera kalian explore.
Baiklah agar tidak panjang lebar, langsung saja ke titik tujuan artikel ini kami buat, Artikel ini bertujuan Untuk memudahkan Anda menemukan tempat wisata di Jakarta Utara yang paling indah, Terbaru dan di rekomendasikan untuk Anda Jelajahi. Berikut kami ulas secara singkat 15 Tempat Wisata di Jakarta Utara Terbaru yang harus segera Anda explore:

1. Taman Impian Jaya Ancol





Photo by .unsri.ac.id

Lokasi:  Jalan Lodan Timur No.7, RW.10, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara

2. Dunia Fantasi





Photo by http://ratanika.net

Lokasi: Jl. Lodan Timur No.7, RW.10, Ancol, Pademangan, Kota Jkt Utara

3. SeaWorld Ancol





Photo by http://reportaseharga.com

Lokasi: Jl. Lodan Timur No. 7, RW.10, Ancol, Pademangan, Kota Jkt Utara

4. Ocean Dream Samudra Ancol





Photo by tokopedia.net

Lokasi:  Jl. Lodan Timur No.7, RW.10, Ancol, Pademangan, Kota Jkt Utara

5. Ecopark





Photo by wartakota.net

Lokasi: Jl. Lodan Timur No.7, RW.10, Ancol, Pademangan, Kota Jkt Utara

6. Pantai Ancol





Photo by Tribun Medan – Tribunnews.com

Lokasi: Jl. Lodan Timur No.7, RW.10, Ancol, Pademangan, Kota Jkt Utara

7. Atlantis Water Adventure Ancol





Photo by LaKupon.com

Lokasi: Jl. Lodan Timur No.7, RW.10, Ancol, Pademangan, Kota Jkt Utara

8. Waterbom Jakarta





Photo by http://hargakini.com

Lokasi: Jl. Pantai Indah Barat No.1, RT.7/RW.2, Kamal Muara, Penjaringan, Kota Jkt Utara

9. Alive Museum Ancol





Photo by goodluckyufare.blogspot.com

Lokasi: Jalan Ancol Beach City, Ancol, Pademangan, Ancol, Pademangan, Kota Jkt Utara

10. Suaka Margasatwa Muara Angke





Photo by http://basecamppetualang.blogspot.co.id/

Lokasi: RT.1/RW.16, Kapuk Muara, Penjaringan, Kota Jkt Utara

11. Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk





Photo by kompas.com

Lokasi: Jalan Garden House, RT.8/RW.1,  Kamal Muara, Penjaringan, Kota Jkt Utara

12. Ancol Fantastique





Photo by http://faithjosephine.blogspot.co.id/

Lokasi: RW.10, Ancol, Pademangan, Kota Jkt Utara,

13. Menara Syahbandar





Photo by http://restorasinews.com

Lokasi: RT.11/RW.4, Penjaringan, Kota Jkt Utara

14. Pantai Marunda





Photo by http://wartakota.com

Lokasi: Jl. Akses Rumah Si Pitung, RT.3/RW.7, Marunda, Cilincing, Kota Jkt Utara,

15. Taman Waduk Pluit





Photo by http://okezone.com

Lokasi: l. Pluit Timur Raya No.12, RT.6/RW.5, Pluit, Penjaringan, Kota Jkt Utara
Itulah 15 Objek Wisata di Jakarta Utara yang Menarik dan Direkomendasikan untuk Dikunjungi saat Anda berada atau memutuskan berlibur di Jakarta Utara. Semoga Artikel ini bermanfaat bagi pembaca. Selalu jaga lingkungan ya Guy, jangan membuang sampah sembarangan dan hormatilah kearifan lokal saat berkunjung ke Jakarta Utara. Semoga Liburanmu di Jakarta Utara Menyenangkan dan Puas Pastinya.

Jumat, 29 Desember 2017

Di Suatu Senja di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Srengseng Sawah Jagakarsa

 
Di Suatu Senja di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Srengseng Sawah Jagakarsa.

Menikmati Bir Pletok di Setu Babakan

Seusai berkunjung ke Condet untuk melihat kebun buah terutama kebun salak yang dimiliki oleh Pemda DKI di Condet Balekambang pada Kamis (28/12/2017), penulis juga mampir di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Srengseng Sawah Jagakarsa. Adapun tujuan penulis berkunjung ke kebun buah Condet adalah ingin memfoto sendiri kebun itu selain juga karena didorong oleh rasa penasaran alias 'kepo' :)


Kembali ke bahasan ... Saat berada di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Srengseng Sawah Jagakarsa, penulis menyaksikan kegembiraaan warga menghabiskan waktu sore mereka dengan berbagai aktivitasnya seperti bermain layang-layang, main sepeda, dan duduk-duduk sembari ngobrol-ngobrol di berbagai warung makanan yang ada di lokasi. Suatu pemandangan yang menyenangkan melihat kegembiraan itu dengan adanya ruang publik untuk bersantai ria.

Di Suatu Senja di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Srengseng Sawah Jagakarsa.
Kegembiraan warga menikmati waktu sore mereka di Setu Babakan


Tak lama setelah itu, waktu Maghrib tiba, maka penulis pun beranjak ke Mesjid Baitul Ma'mur yang megah yang letaknya di sekitar Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Srengseng Sawah Jagakarsa, yang sekaligus menjadi salah satu ikon wilayah itu.

Seusai Maghrib, penulis memang berencana untuk mampir menikmati bir pletok di salah satu warung atau kafe yang berada di lokasi.

Di Suatu Senja di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Srengseng Sawah Jagakarsa.
Bir Pletok segar di Warung Bang Ji'ih Setu Babakan

Awalnya penulis datang ke sebuah cafe baru dua lantai yang berdiri megah di moncong  (Gate 2) Setu Babakan yang terletak di Jalan Srengseng Sawah Raya. Seperti diketahui, Setu Babakan memiliki dua gate dimana gate satunya lagi terletak di Jalan Al-Kahfi 2. Sayangnya, bir pletok yang disajikan di cafe yang bernama Warung Bang Vian itu tidak disajikan dalam porsi yang kecil tetapi dalam porsi yang besar saja sehingga penulis pun memutuskan untuk mencarinya di warung lainnya yang berada di dalam Setu Babakan.

Masih banyak muda-mudi alias kids zaman now :) yang bercengkrama di bangku-bangku yang dijejer di pinggir Setu saat penulis memasuki sebuah warung khas Betawi yang bernama Warung Bang Ji'ih dan langsung memesan segelas bir pletok segar.

Warung Bang Ji'ih berdesain sederhana yang dihiasi dengan berbagai ornamen Betawi termasuk foto-foto Djakarta tempo doeloe dari berbagai tahun. Selain itu ada foto seniman legendaris Betawi Benyamin Sueb yang mempertegas bahwa seniman serba-bisa asli Kemayoran itu memang merupakan salah satu putra Betawi yang dibanggakan oleh masyarakat Betawi sebagaimana yang pernah penulis hadirkan juga di blog ini. Tak lupa, berbagai koleksi kaset Benyamin Sueb ikut dihadirkan pula sebagai memorabilia. Singkat kata, Warung Bang Ji'ih memang Betawi banget dah ... :)

Di Suatu Senja di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Srengseng Sawah Jagakarsa.
Berbagai foto Djakarta tempo doeloe
Di Suatu Senja di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Srengseng Sawah Jagakarsa.
Berbagai koleksi kaset Bang Ben

Di dalam warung, penulis berbincang-bincang dengan pemilik warung dan pengunjung warung lainnya yang diawali dengan sapaan akrab khas Betawi: "Dari mane, mau kemane?" :)

Banyak hal yang diperbincangkan yang tentu saja topik utamanya soal Betawi dan Setu Babakan. Penulis juga bercerita bahwa hari itu penulis berkunjung ke kebun buah di Condet. Bang Ji'ih menanggapinya dengan harapan agar Setu Babakan tidak akan mengalami nasib yang sama dengan Condet yang sebelumnya memang telah ditetapkan sebagai kawasan Cagar Budaya sebelum dicabut oleh Pemda DKI dan dialihkan ke Setu Babakan.

Dalam perbincangan tersebut, bang Ji'ih menyatakan optimismenya karena sebagian besar lahan di Setu Babakan sudah menjadi milik Pemda DKI karena sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu, Pemda DKI masih menyewa sebagian lahan di sana.

Pembelian lahan oleh Pemda DKI itu tentu saja dimaksudkan sebagai upaya 'kasus' Condet tidak berulang kembali. Ya semoga saja demikian, karena keberadaan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Srengseng Sawah Jagakarsa itu memberikan warga sekitar sebuah ruang publik murah meriah untuk sejenak melepaskan kepenatan selain juga kental suasana kampungnya.

Waktu pun bergulir cepat dan jam tujuh tepat menjelang Isya, semua warung termasuk Warung Bang Ji'ih harus tutup karena demikianlah aturan yang ditetapkan kecuali warung-warung atau cafe-cafe yang berada di luar Setu Babakan, maka penulis pun pamit kepada bang Ji'ih dan pengunjung lainnya dan segera kembali ke Mesjid Baitul Ma'mur sebelum beranjak pulang. 



images: pribadi




Selasa, 19 Desember 2017

Benyamin Sueb: Seniman Legendaris Betawi

Benyamin Sueb: Seniman Legendaris Betawi
Benyamin Sueb

Benyamin Sueb: Seniman Legendaris Betawi

Benyamin Sueb merupakan sosok seniman fenomenal yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Betawi hingga kini karena di masa hidupnya, beliau tidak saja dikenal sebagai pemain watak (aktor), pelawak, dan sutradara tetapi juga dikenal sebagai penyanyi yang berhasil mempopulerkan banyak tembang khas dari berbagai genre yang masih diminati oleh para penggemarnya hingga kini.   


Dari dunia musik, Benyamin Sueb memulai kiprah suksesnya sejak bergabung dengan Group Naga Mustika yang memainkan musik gambang kromong modern. Bersama group ini pula, Benyamin Sueb bertemu dengan Ida Royani yang menjadi rekan duet tersuksesnya.

Bersama Group Naga Mustika, Benyamin Sueb menghasilkan berbagai tembang populer seperti Kompor Mledug, Ondel-ondel, Nyai Dasimah, Tukang Garem  dan lain-lainnya.

Menyusul kepindahan Ida Royani ke Malaysia pada 1972, Benyamin Sueb juga sukses berduet dengan Inneke Koesoemawati yang juga mencetak berbagai hits seperti Djanda Kembang, Sekretaris, dan masih banyak lagi.

Benyamin Sueb: Seniman Legendaris Betawi
Lukisan Bang Ben di Warung Ji'ih Setu Babakan


Dari dunia musik pula, Benyamin Sueb tercatat menghasilkan lebih dari 75 album. Sedangkan dari dunia film, tokoh yang juga dikenal sebagai 'bang Sabeni' dalam serial tv populer 'Si Doel Anak Sekolahan' pada dekade awal 1990-an ini tercatat membintangi 53 judul film.

Kemunculan Benyamin Sueb di dunia peran tak terlepas dari kiprah suksesnya di dunia tarik suara. Beberapa filmnya yang terkenal antara lain: Banteng Betawi, Biang Kerok, Intan Berduri  dimana ia memperoleh Piala Citra kategori aktor terbaik, dan tentu saja film Si Doel Anak Betawi.

Lahir di Kemayoran pada 5 Maret 1939, Benyamin Sueb sempat mengalami pahit getirnya kehidupan menyusul kematian sang ayah saat ia masih berusia 2 tahun yang tak pelak membuat kehidupan ekonomi keluarganya jadi tak menentu. Apalagi Benyamin Sueb memiliki 7 orang kakak.

Kondisi tersebut memaksa Benyamin Sueb yang memiliki nama panggilan 'Ben' ini sudah harus berkeliling kampung untuk mengamen bersama kakak-kakaknya yang membentuk Orkes Kaleng dikala usianya baru tiga tahun untuk membantu perekonomian keluarganya.

Menginjak usia 6 tahun, Benyamin Sueb membentuk sebuah kelompok musik kaleng rombeng yang menjadi cikal bakal kiprahnya di dunia seni, meneruskan jiwa seni yang diwariskan kakeknya yang juga pemain musik.

Setelah sempat menjadi pedagang roti dorong, Benyamin Sueb pun pernah menjadi kondektur bis PPD jurusan Lapangan Banteng - Pasar Rumput yaitu pada tahun 1959.

Pada 1959 itu juga Benyamin Sueb menikah dengan Nonnie yang sempat diceraikannya 20 tahun kemudian yaitu pada 1979, namun masih di tahun yang sama memutuskan untuk rujuk kembali.

Tak lama setelah menikah itu, Benyamin Sueb membentuk sebuah band bersama dengan teman-teman sekampungnya di Kemayoran yang diberi nama Melodyan Boy  yang melahirkan dua tembang yang populer hingga kini yaitu 'Si Jampang; dan 'Nonton Bioskop'.

Sebagai seniman dan budayawan, Benyamin Sueb yang meninggal dunia pada 5 September 1995 ini tentu saja meninggalkan legacy, salah satunya Bens Radio  yang berlokasi di Jagakarsa Jakarta Selatan.

Bens Radio ini didirikan pada 5 Maret 1990 dengan format etnik yang bertujuan untuk menggali potensi budaya Betawi, agar para audience  radio tersebut bisa mendengarkan budayanya sendiri, berkesenian dengan tradisinya sendiri, bertutur dan berdialog dengan bahasanya sendiri.



image:
2.bp.blogspot.com/Pribadi
sumber:
wikipedia