Tampilkan postingan dengan label Klub Sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Klub Sepakbola. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 April 2018

Inilah empat skema Persija Jakarta untuk Juara Grup H di Piala AFC 2018

Jakarta - Persija Jakarta selangkah lagi memblokir babak penyisihan Piala AFC 2018 dengan manis. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu berkesempatan lolos ke babak selanjutnya dan menyegel predikat juara Grup H.
Persija diharapkan dapat melangkah hingga babak final Piala AFC. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Persija ketika ini menghuni puncak klasemen sedangkan Grup H Piala AFC 2018 dengan raihan 10 poin. Hal tersebut terjadi sesudah pasukan Stefano Cugurra Teco mengungguli Johor Darul Ta'zim dengan skor telak 4-0 melewati quatrick Marko Simic.

Klub kehormatan hati masyarakat ibu kota tersebut saat ini unggul selisih gol dan head to head dari Song Lam Nghe An yang pun mengoleksi 10 poin. Jadi, perburuan kedudukan juara Grup H bakal ditentukan pada matchday keenam atau pertandingan terakhir.

Persija akan menghadapi Tampines Rovers pada matchday terakhir di babak penyisihan grup (24/4/2018). Ismed Sofyan dan kawan-kawan jelas menjadi juara Grup H bila mampu meraih kemenangan atas Tampines Rovers dengan skor berapapun.

Persija juga dapat menyandang status tersebut jika bermain imbang melawan Tampines sembari bercita-cita Song Lam Nghe An (SLNA) takluk dari Johor Darul Ta'zim (JDT) dengan selisih paling tidak tiga gol. Dengan demikian Persija akan meraih 11 poin dan posisi kedua dihuni JDT yang unggul secara head to head dari SLNA.

Jika nantinya Persija bermain imbang melawan Tampines dan JDT juga berbagi poin kontra SLNA, Macan Kemayoran pun tetap terbit sebagai juara Grup H ditemani SLNA sebagai runner-up.

Andai Persija Jakarta dipaksa mengakui kekalahan atas Tampines, kesempatan untuk menjadi juara Grup H juga belum tertutup. Syaratnya ialah JDT dapat mengalahkan SLNA dengan skor berapapun sampai-sampai tak mengolah posisi Persija.


Masih seputar Piala AFC: Persija Berpeluang Lolos ke Final

Terbaru, Persija menang besar 4-0 atas Johor Darul Ta'zim (JDT) pada babak penyisihan Grup H Piala AFC. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

 Persija Jakarta berkesempatan lolos ke babak selanjutnya di Piala AFC 2018. Itu sesudah mereka menulis kemenangan telak 3-0 atas Johor Darul Ta’zim (JDT) pada partai kelima Grup H, Selasa (10/4/2018).

Saat ini, Persija bertengger sebagai pemuncak klasemen sedangkan dengan sepuluh poin dari lima partai. Armada Stefano Cugurra Teco unggul produktivitas gol dari Song Lam Nghe An (SLNA) yang mempunyai nilai sama di posisi kedua.


Adapun, Grup H bermukim menyisakan satu pertandingan tersisa. Persija bakal bertandang ke Singapura guna berjumpa juru kunci klasemen, Tampines Rovers pada 24 April 2018.

Performa Persija di Piala AFC berbuah keyakinan diri yang tinggi. Kini, partai puncak jadi target yang realistis guna tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut.

"Insya Allah, saya optimistis, Persija dapat sampai final (Piala AFC). Dengan situasi seperti ini. Pemain tidak terdapat cedera, kesebelasan tetap terjaga kondisinya, semuanya. Insya Allah dapat sampai final," ujar Manajer Persija, Marsma TNI Ardhi Tjahjoko.

Kompetisi Piala AFC menggunakan bentuk yang bertolak belakang ketimbang kejuaraan lainnya. Ada tiga zona yang terbagi di babak knock out, yakni ASEAN, Asia Barat, dan Inter.

Piala AFC terbagi ke sembilan grup. Perwakilan dari Asia Tenggara (ASEAN) menghuni Grup F sampai H. Dari tiga grup tersebut, melulu masing-masing juara grup dan satu runner-up terbaik yang bakal lolos ke babak berikutnya.

Empat klub Zona ASEAN menyusun bagan tersendiri di babak knock out. Mereka akan bertemu di babak semifinal sampai final. Pemenangnya baru bakal bergabung dengan zona lainnya di babak semifinal bareng wakil Asia Barat dan zona Inter.

Klub yang mewakili ASEAN di babak semifinal akan berjumpa dengan wakil zona Inter. Adapun, partai empat besar lainnya mempertemukan dua klub yang berasal Asia Barat.


Di sisi lain, Ardhi menyatakan bangga Persija dapat mengerjakan revans terhadap JDT. Dalam pertemuan kesatu, Macan Kemayoran kalah 0-3 dari wakil Malaysia tersebut.

"Kita berikrar, bilang pelatih dan pemain, anda balas. Kita main mati-matian dan mati-matian. Partai ini penentu juga. Alhamdulillah anak-anak main pas, bola anda kuasai semuanya," tutur Ardhi.



Sumber: www. liputan6 . com

Kamis, 15 Maret 2018

Dua Sisi Ondel-Ondel Jalanan di jakarta




Mereka sengaja mengusung kesenian Betawi tersebut untuk mengamen beberapa bulan ini di rute yang sama setiap harinya. Menurut mereka, metode ini lebih menguntungkan ketimbang mengamen biasa, seperti membawa kecrekan misalnya.


Tiap hari keliling gini, kadang dari siang abis Zuhur, kadang dari sore sampai malam jam 9-an. Ondel-ondelnya dapet nyewa di daerah Depok 2. Sehari nyewa bayar Rp 120 ribu," ujar Arif saat ditemui Liputan6.com di daerah Kalisari, Jakarta Timur, Jumat, 9 Maret 2018.
Jika dikurangi uang sewa, rata-rata mereka mendapat bagian Rp 50.000 per orang. "Lumayan per orang dapatnya bisa 50 ribuan-lah. Uangnya sebagian buat bantu orangtua di rumah, sebagian buat nambah jajan," kata Arif.
Ketika menjalankan "usahanya" tersebut, Arif bertugas mendorong gerobak sound system, dua temannya sebagai pengumpul uang mengamen, dan satu temannya lagi menggunakan ondel-ondel. 
Selama menjadi pengamen jalanan, Arif bercerita, banyak orang atau anak kecil yang minta berfoto dengan ondel-ondelnya. Dia merasa semua orang senang dengan kehadiran ondel-ondel jalanan. Bahkan, dia berceloteh jika tak pernah kena palak preman maupun Satpol PP. 
"Seneng tiap ngamen orang-orang ngasih duit. Anak kecil juga banyak yang minta foto, dari situ dapat duit deh dari orangtua tuh anak. Tiap hari rutenya sama, istilahnya udah hafal daerah-lah. Udah gitu wilayah Kalisari-Depok aman, enggak ada preman apa enggak Satpol PP," tutur Arif.
Bagai dua sisi mata uang, mengamen ondel-ondel seperti yang Arif lakukan ini memiliki sisi negatif dan positif.
Positifnya, dia dapat membantu perekonomian keluarga. Namun, di sisi lain ada fakta sedih di balik pengamen ondel-ondel. Arif dan kawan-kawannya yang duduk di bangku sekolah dasar dan menengah nyatanya telah putus sekolah. Alasannya, karena keadaan ekonomi, sehingga menyebabkan mereka malas untuk melanjutkan sekolah. Mirisnya kedua orangtua Arif masih lengkap. Namun, ayahnya tak lagi bekerja.
"Orangtua masih ada, sehat dua-duanya. Ngamen gini buat bantu orangtua, ya daripada nganggur di rumah, kan, mending ngamen dapet duit," tutur Arif.
Banyak pemerhati budaya Betawi yang menyayangkan kegiatan seperti yang dilakukan Arif dan kawan-kawannya. Mengamen ondel-ondel ini dianggap telah melukai budaya Betawi.
"Tahu sih, ini katanya bikin jelek budaya Betawi, tapi kita bisa apa? Sekarang buat kita yang penting bisa cari duit," ujar Arif yang disusul anggukan setuju kawan-kawannya.

1 dari 2 halaman

Jatuhkan Budaya Betawi?







Salah satu perajin ondel-ondel sekaligus pemilik sanggar ondel-ondel Mpo' Minah, Miji menilai ondel-ondel jalanan telah menjatuhkan budaya Betawi. Namun, ia pun tak bisa menyalahkan sepenuhnya ke pengamen ondel-ondel, karena sulitnya mendapat mata pencaharian lain.
Sebagai orang Betawi asli, Miji menduga ondel-ondel jalanan berawal dari jarangnya hajatan yang menampilkan pertunjukan ondel-ondel sekarang ini. Pemilik ondel-ondel kemudian menyewakan ondel-ondelnya ke pengamen.
"Ramai pengamen ondel-ondel nih saya enggak setuju. Ini kan jadinya ngejatuhin budaya Betawi,dianggep rendah budaya kita. Tapi misalnya saya bilangin tuh ke para pengamen ondel-ondel kayak gitu, mereka (pengamen ondel-ondel) nanti malah bilang emang lu bisa kasih gua nafkah," ujar Miji.
Oleh karena itu, kata dia, perlu adanya perhatian dari pemerintah. Dia berharap pemerintah bisa bekerja sama dengan pemerhati budaya Betawi, agar kesenian ondel-ondel dapat terus ada dengan tetap menjunjung nilai-nilai budayanya.
Muji sendiri masih membuat ondel-ondel sebagai usaha turun-temurun keluarganya.
"Sanggar ini turun-temurun. Tahun 1945 kita udah produksi ondel-ondel. Sejarahnya sanggar ini enggak sembarang, kita dapat nama ondel-ondelnya dari Kramat Kali Miring dari Mpok Minah. Makanya kita namain Sanggar Mpo' Minah," ujar pemilik sanggar, Miji, saat ditemui Liputan6.com di daerah Setu, Jakarta Timur, Kamis, 8 Maret 2018. 
Selain membuat ondel-ondel, ia menyewakan ondel-ondelnya untuk acara pernikahan, khitanan, dan acara yang berkaitan dengan budaya Betawi. Dia masih memegang teguh pakem-pakem dalam kesenian ondel-ondel, seperti tidak menggunakan ondel-ondel untuk sembarang acara.
"Kalau ada acara-acara kayak nikahan, sunatan gitu saya sewain. Itu dari mana aja yang nyewa. Kitasewain sepasang udah termasuk sama alat musiknya. Selama pementasan ondel-ondel ada aturannya, kayak pake baju seragam yang rapih gitu," ujar Miji.

Jumat, 17 November 2017

Persija




Sebagaimana kota-kota besar lainnya di tanah air, Jakarta juga memiliki sebuah klub sepakbola kebanggaan yaitu Persija yang merupakan singkatan dari Persatuan Sepakbola Indonesia Jakarta.   


Persija bahkan sudah berdiri sejak 1928 ketika Indonesia masih berada di masa penjajahan Belanda dengan nama awal Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ) yang didirikan oleh sekelompok pemuda Jakarta sebagai salah satu gerakan perlawanan terhadap pemerintahan kolonial ketika itu.

Salah satu pemuda itu adalah Mohammad Husni Thamrin yang merupakan salah satu tokoh terbaik Betawi yang juga telah dinobatkan sebagai salah seorang pahlawan nasional itu.  

Thamrin bahkan banyak memberikan sumbangsihnya pada VIJ, tidak saja tenaga dan pemikiran tetapi juga dana yang tak sedikit, salah satunya membangun stadion VIJ yang berlokasi di Petojo, Jakarta Pusat.

Dua tahun setelah didirikan, bersama sejumlah klub lainnya di tanah air, VIJ ikut terlibat dalam pendirian organisasi sepakbola Indonesia yang kita kenal dengan PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia).

Persija merupakan salah satu klub sepakbola Indonesia tersukses karena belum sekalipun terdegradasi ke divisi yang lebih rendah sejak pertama kali mengikuti kompetisi sepakbola antar klub di tanah air pada 1930.

Selain pernah memenangkan sejumlah kejuaraan seperti Piala Marah Halim, Trofeo Persija, Piala Emas Bang Yos, Indonesian Community Shield, dan Piala Indonesia, Persija sejauh ini juga telah berhasil memenangkan kompetisi Perserikatan sebanyak 9 kali, serta pernah sekali menjuarai kompetisi Liga Indonesia yaitu pada 2001 silam.

Jersey atau kostum Persija awalnya berwarna merah dengan kostum tandang berwarna putih. Pada masa gubernur Sutiyoso, Persija mulai mengganti warna kostum mereka ke warna oranye. Tapi untuk musim kompetisi musim ini, Kostum Persija berwarna kombinasi warna merah dan oranye sebagai kostum kandang. Sedangkan untuk kostum tandang, adakalnya Persija berkostum hitam.   

Persija menggunakan Stadion Gelora Bung Karno (SGBK) sebagai stadion kandang mereka namun musim ini mereka untuk sementara terpaksa mengungsi ke Stadion Patriot Chandrabhaga Bekasi karena SGBK tengah direnovasi sebagai persiapan Indonesia menyelenggarakan Asian Games tahun depan. 

Image:

twitter.com

Sumber:
wikipedia