Tampilkan postingan dengan label Jakarta Hari Ini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta Hari Ini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2018

Dua Sisi Ondel-Ondel Jalanan di jakarta




Mereka sengaja mengusung kesenian Betawi tersebut untuk mengamen beberapa bulan ini di rute yang sama setiap harinya. Menurut mereka, metode ini lebih menguntungkan ketimbang mengamen biasa, seperti membawa kecrekan misalnya.


Tiap hari keliling gini, kadang dari siang abis Zuhur, kadang dari sore sampai malam jam 9-an. Ondel-ondelnya dapet nyewa di daerah Depok 2. Sehari nyewa bayar Rp 120 ribu," ujar Arif saat ditemui Liputan6.com di daerah Kalisari, Jakarta Timur, Jumat, 9 Maret 2018.
Jika dikurangi uang sewa, rata-rata mereka mendapat bagian Rp 50.000 per orang. "Lumayan per orang dapatnya bisa 50 ribuan-lah. Uangnya sebagian buat bantu orangtua di rumah, sebagian buat nambah jajan," kata Arif.
Ketika menjalankan "usahanya" tersebut, Arif bertugas mendorong gerobak sound system, dua temannya sebagai pengumpul uang mengamen, dan satu temannya lagi menggunakan ondel-ondel. 
Selama menjadi pengamen jalanan, Arif bercerita, banyak orang atau anak kecil yang minta berfoto dengan ondel-ondelnya. Dia merasa semua orang senang dengan kehadiran ondel-ondel jalanan. Bahkan, dia berceloteh jika tak pernah kena palak preman maupun Satpol PP. 
"Seneng tiap ngamen orang-orang ngasih duit. Anak kecil juga banyak yang minta foto, dari situ dapat duit deh dari orangtua tuh anak. Tiap hari rutenya sama, istilahnya udah hafal daerah-lah. Udah gitu wilayah Kalisari-Depok aman, enggak ada preman apa enggak Satpol PP," tutur Arif.
Bagai dua sisi mata uang, mengamen ondel-ondel seperti yang Arif lakukan ini memiliki sisi negatif dan positif.
Positifnya, dia dapat membantu perekonomian keluarga. Namun, di sisi lain ada fakta sedih di balik pengamen ondel-ondel. Arif dan kawan-kawannya yang duduk di bangku sekolah dasar dan menengah nyatanya telah putus sekolah. Alasannya, karena keadaan ekonomi, sehingga menyebabkan mereka malas untuk melanjutkan sekolah. Mirisnya kedua orangtua Arif masih lengkap. Namun, ayahnya tak lagi bekerja.
"Orangtua masih ada, sehat dua-duanya. Ngamen gini buat bantu orangtua, ya daripada nganggur di rumah, kan, mending ngamen dapet duit," tutur Arif.
Banyak pemerhati budaya Betawi yang menyayangkan kegiatan seperti yang dilakukan Arif dan kawan-kawannya. Mengamen ondel-ondel ini dianggap telah melukai budaya Betawi.
"Tahu sih, ini katanya bikin jelek budaya Betawi, tapi kita bisa apa? Sekarang buat kita yang penting bisa cari duit," ujar Arif yang disusul anggukan setuju kawan-kawannya.

1 dari 2 halaman

Jatuhkan Budaya Betawi?







Salah satu perajin ondel-ondel sekaligus pemilik sanggar ondel-ondel Mpo' Minah, Miji menilai ondel-ondel jalanan telah menjatuhkan budaya Betawi. Namun, ia pun tak bisa menyalahkan sepenuhnya ke pengamen ondel-ondel, karena sulitnya mendapat mata pencaharian lain.
Sebagai orang Betawi asli, Miji menduga ondel-ondel jalanan berawal dari jarangnya hajatan yang menampilkan pertunjukan ondel-ondel sekarang ini. Pemilik ondel-ondel kemudian menyewakan ondel-ondelnya ke pengamen.
"Ramai pengamen ondel-ondel nih saya enggak setuju. Ini kan jadinya ngejatuhin budaya Betawi,dianggep rendah budaya kita. Tapi misalnya saya bilangin tuh ke para pengamen ondel-ondel kayak gitu, mereka (pengamen ondel-ondel) nanti malah bilang emang lu bisa kasih gua nafkah," ujar Miji.
Oleh karena itu, kata dia, perlu adanya perhatian dari pemerintah. Dia berharap pemerintah bisa bekerja sama dengan pemerhati budaya Betawi, agar kesenian ondel-ondel dapat terus ada dengan tetap menjunjung nilai-nilai budayanya.
Muji sendiri masih membuat ondel-ondel sebagai usaha turun-temurun keluarganya.
"Sanggar ini turun-temurun. Tahun 1945 kita udah produksi ondel-ondel. Sejarahnya sanggar ini enggak sembarang, kita dapat nama ondel-ondelnya dari Kramat Kali Miring dari Mpok Minah. Makanya kita namain Sanggar Mpo' Minah," ujar pemilik sanggar, Miji, saat ditemui Liputan6.com di daerah Setu, Jakarta Timur, Kamis, 8 Maret 2018. 
Selain membuat ondel-ondel, ia menyewakan ondel-ondelnya untuk acara pernikahan, khitanan, dan acara yang berkaitan dengan budaya Betawi. Dia masih memegang teguh pakem-pakem dalam kesenian ondel-ondel, seperti tidak menggunakan ondel-ondel untuk sembarang acara.
"Kalau ada acara-acara kayak nikahan, sunatan gitu saya sewain. Itu dari mana aja yang nyewa. Kitasewain sepasang udah termasuk sama alat musiknya. Selama pementasan ondel-ondel ada aturannya, kayak pake baju seragam yang rapih gitu," ujar Miji.

Rabu, 14 Maret 2018

Ini dia Minuman Khas Masyarakat Betawi yang perlu kamu tahu

bir pletok
Minuman khas Betawi cukup beragama dan cukup terkenal karena punya citarasa dan keunikan tersendiri. Minuman khas betawi tentu menjadi hidangan khas yang sangat dicintai oleh masyarakatnya dan menjadi pelengkap hidangan makanan khas betawi. Betawi sendiri adalah suatu suku bangsa Indonesia yang menetap di daerah Jakarta.


Minuman Khas Betawi juga menambah keanekaragaman kuliner khas Indonesia sebelumnya minuman khas Indonesia yang pernah saya bahas seperti Minumana Khas Riau dan ada juga minuman khas jawa. Dengan artikel minuman khas betawi ini diharapkan para pembaca sadar akan kaya nya budaya Indonesia dan menjadi punya rasa tannggung jawab untuk menjaga budaya yang sangat kaya ini.


Minuman Khas Betawi

Es Doger
Kalau diperhatikan banyak sekali minuman khas Indonesia yang berupa es ataupun jus. Salah satunya adalah ES Doger yang berasal dari Betawi ini. Tentu saja minuman yang satu ini sangat tepat untuk dijadikan santapan disaat cuaca sedang panas ataupun situasi yang gerah.  Minuman yang satu ini juga biasanya dijadikan santapan saat acara acara besar seperti pernikahan ataupun ulang tahun. Es Doger ini berbahan dasar tape singkong, ketan hitam rebus, pacar cina rebus, buah alpukat. Bentuk dan rupanya hampir sama seperti es campur begitualah kurang lebih minuman yang satu ini.

Bir Pletok

Minuman Khas Betawi yang satu ini merupakan salah satu minuman khas betawi yang cukup terkenal. Mungkin yang ada di benak kita ketika mendengar bir minuman ini pasti berbahaya untuk kesehatan kita. Namun jangan salah minuman yang satu ini malah menyhatkan bagi tubuh kita. Penamaan bir pada minuman ini didasari karena minuman ini berbusa . Minuman ini sangat disarankan untuk dikonsumsi karena tebuat dari rempah rempah alami yang bisa menyehatkan tubuh. Bahan utama untuk membuat bir pletok adalah jahe dan kapulaga. Satu lagi yang menjadi keunggulan bir pletok adalah enak dikonsumsi disaat panas maupun dingin.

Es Kolang Kaling

Minuman yang satu ini juga tidak kalah populer. Es ini sangat segar untuk dihidangkas saat cuaca sedang panas. Warna nya yang beraneka ragam juga menambah keunikan minuman yang satu ini. Kolang Kaling di Betawi punya sebutan buah Atep yang warnanya bening. Es Kolang Kaling ini berbahan dasar Buah Atep atau Kolang Kaling yang ditambahkan dengan gula pewarna dan juga beberapa bahan tambahan yang lain.


Es Teler



Minuman ini juga sangat terkenal hingga kemana mana. Banyak sekali tukang bakso ataupun pedagang kaki lima yang menawarkan minuman khas Betawi yang satu ini. Minuman ini sangat digemari karena memiliki citarasa yang sangat menyegarkan dengan banyak buah buah di dalamnya. Ada cerita unik yang di dapat dari penamaan Es Teler ini. Es ini dahulu dikembangkan sudah kira kira sejak 37 tahun yang lalu oleh pasangan suami istri Tukiman dan Samiyem yang pada awalnya memberi nama es ini es nagih. Namun berasal dari celetukan seorang pelanggan yang berkata "Wah, es ini enak sekali, bikin orang teler!". Akhirnya nama untuk minuman ini berganti menjadi Es Teler.

Itulah beberapa Minuman khas Betawi yang cukup terkenal. Budaya betawi sangat menarik dan kental di masyarakat Jakarta dan tentunya budaya ini perlu dilestarikan karena ini merupakan warisan yang berharga yang tak ternilai harganya. Jika anda tertarik dengan budaya betawi Silahkan berkomentar atau beri masukan.