Melihat Geliat Usaha Permak Pakaian di Pisangan Jatinegara Jakarta Timur

Melihat Geliat Usaha Permak Pakaian di Pisangan Jatinegara Jakarta Timur
Usaha Permak Pakaian

Tempat Usaha Permak Pakaian di Pisangan Terlalu Beresiko

Seringkali setiap membeli pakaian terutama celana panjang berbahan jeans, kita merasa kurang sreg  dengan ukuran panjangnya sehingga kita perlu jasa tukang jahit untuk memperbaikinya. Begitu juga ketika tiba-tiba kancing atau ritsleting (lebih sering ditulis resleting) atau zipper  celana atau jaket kita mengalami kerusakan.

Bila penulis mengalami hal-hal seperti itu, penulis sering merasa kesal, apalagi saat itu ingin sekali memakai pakaian tersebut. Menjadi bertambah kesal apabila ketika penulis meminta jasa tukang jahit untuk memperbaikinya, seringkali ditolak. Tetapi untunglah kini banyak ditemui jasa permak pakaian untuk mengatasi permasalahan demikian.

Jasa permak pakaian dalam beberapa tahun ini sepertinya selalu stabil bahkan cenderung mengalami peningkatan terutama yang langsung menerapkan 'sistem jemput bola'  alias mobile. Para penggiat jasa ini cukup jeli melihat ceruk pasar (market niche)  usaha mereka.  

Jasa permak pakaian ini sering kita temui di berbagai sudut ibukota, baik yang mobile  maupun yang ngendon  atau berdiam di suatu tempat permanen seperti yang bisa kita lihat di beberapa titik di Kawasan Jagakarsa dan Margonda Depok.

Umumnya mereka-mereka ini memiliki tempat yang lebih nyaman dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang membuka usaha mereka di bawah kolong jembatan seperti terlihat di wilayah Pisangan, Jatinegara Jakarta Timur.

Dalam post kali ini, penulis hendak memfokuskan pada pembahasan sekilas tentang keberadaan para penggiat jasa permak pakaian ini terutama yang membuka jasa mereka di tempat-tempat yang rawan seperti di kolong jembatan di Pisangan Jatinegara yang tak jauh dari Stasiun Jatinegara dan Pasar Rawabening itu.

Adapun tujuan penulis menghadirkan bahasan ini adalah dengan harapan, siapa tahu, ada pembaca yang bisa mengabarkan kepada pengambil kebijakan agar bisa menemukan tempat-tempat yang kondusif dan lebih aman yang tentunya dengan harga yang rasional.

Alasannya, penulis melihat keberadaan mereka di bawah kolong jembatan itu sangat beresiko bagi keselamatan, bukan saja bagi keselamatan mereka para penggiat usaha ini, tetapi juga keselamatan para pelanggan mereka dan keselamatan para pengendara yang melintasi area dimana para penggiat jasa itu membuka saja mereka.

Demikian yang terpikirkan oleh penulis ketika melewati area itu pada akhir Desember lalu saat penulis hendak menuju ke Rawamangun dimana penulis iseng untuk sengaja mencoba melewati jalur yang tak lazim :)

Penulis tentu saja tidak memiliki rasa antipati kepada para penggiat usaha ini, melainkan sangat respek dan bersimpati karena mereka sangat kreatif dan mandiri. Mereka jelas tidak melakukan kriminalitas, hanya saja karena keterbatasan modal yang mereka miliki membuat mereka harus membuka usaha mereka di tempat yang beresiko tersebut.

Namun demikian, sebagaimana para pedagang kaki lima yang mesti tertata dengan baik demi penciptaan ketertiban dan keindahan lingkungan serta alasan resiko seperti disebutkan di atas maka sudah selayaknya agar Pemda DKI mencarikan solusi terhadap permasalahan ini.      



image: 2.bp.blogspot.com


  

0 komentar