Oplet di Kawasan Ragunan di Zaman Old




  

Hampir setiap kali melewati Jalan Raya Harsono RM Ragunan, penulis masih sering mengingat kondisi jalanan dan kawasan Ragunan zaman ‘old’ saat mana penulis masih duduk di bangku TK dan penulis sendiri belum menjadi warga ibukota karena penulis masih tinggal di kampung penulis di Sumatera Barat. 


Ketika itu penulis tengah mengisi masa liburan ke ibukota bersama keluarga dan bertamasya ke Kebon Binatang Ragunan.

Dalam ingatan penulis, jalanan menuju Kebon Binatang Ragunan masa itu masih dipenuhi oleh berbagai oplet-oplet seperti yang digunakan dalam serial TV popular 90-an ‘si Doel Anak Sekolahan’ produksi Karnos Film dan Rano Karno yang diangkat dari novel karya sastrawan Aman Datoek Madjoindo. 

Mobil yang digunakan sebagai oplet dalam serial itu sendiri adalah Morris Minor 1000 Traveller produksi 1960-an yang masih penulis lihat di rumah aktor berdarah Betawi dan Minang ini di Perumahan Karang Indah,  sekitar Lebak Bulus beberapa tahun lalu.

Dalam sejarahnya, oplet sejenis itu sempat menjadi alat transportasi primadona di sebagian wilayah ibukota seperti di kawasan Pasar Kramat Jati, Cibubur, Cijantung dan sekitarnya pada dekade 1930-an. 

Lalu sekitar dua dekade selanjutnya atau ketika Indonesia sudah merdeka, oplet tersebut memperoleh izin trayek resmi sehingga oplet tersebut banyak pula beredar di berbagai kawasan ibukota lainnya seperti di kawasan  Jatinegara, Kebayoran Lama, Pasar Minggu, Ragunan dan lain-lain. 

Sama halnya dengan yang digunakan dalam serial ‘si Doel Anak Sekolahan’, oplet-oplet yang lalu-lalang di ibukota masa itu umumnya diproduksi oleh pabrikan Morris Motor Company asal Inggris selain ada juga yang diproduksi oleh pabrikan asal Amerika Serikat dengan merek Austin.

Kembali ke Ragunan zaman ‘old’, selain jalanan ke sana dipenuhi oleh oplet dimaksud, kondisi jalanannya di masa itu pastinya belum semulus sekarang, begitu juga di kawasan sekitar jalanan menuju Ragunan yang masih banyak ditumbuhi ilalang dan layaknya kampung dimana rumah-rumah warga masih jarang sekali.


Image:titik.nol.co.id

Sumber:

money.id

0 komentar