Bisnis Wartel & Warnet yang Tergerus Perkembangan Zaman

Ketika Bisnis Wartel & Warnet Berjaya di Jakarta dan Sekitarnya
Wartel dan Warnet yang tergerus oleh perkembangan zaman 

 

Gurih dan Rentannya Bisnis Berbasis Teknologi Informasi


Bisnis berbasis teknologi merupakan bisnis yang menguntungkan hanya saja, seperti semua jenis bisnis yang tak bebas dari resiko, para pelaku bisnis berbasis teknologi harus siap juga dengan segala resikonya.

Perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi tidak saja berpengaruh terhadap prilaku manusia dalam berkomunikasi dan berinteraksi, tetapi juga memberikan pengaruh kepada mereka yang menjalankan bisnis berbasis teknologi informasi.

Post kali ini membahas sekilas tentang pesatnya perkembangan bisnis berbasis teknologi dan imbasnya terhadap bisnis terkait khususnya di Jakarta dan sekitarnya dalam dua dasawarsa terakhir.

Adapun contoh-contoh bisnis berbasis teknologi informasi yang dimaksud adalah yang akrab di masyarakat sesehari seperti warung telepon (wartel), warung internet (warnet) dan bisnis jual-beli seluler bekas (used).

Untuk contoh yang terakhir, barangkali para pelaku bisnis ini masih bisa bernafas lega dengan adanya kartu seluler dan pulsa/kuota internet serta beberapa jenis asesoris terkait lainnya. Namun tidak demikian dengan dua contoh yang pertama yang secara perlahan langsung berguguran terimbas perkembangan teknologi informasi.

Bisnis wartel pernah berjaya pada 1990-an di tanah air, demikian juga di Jakarta dan sekitarnya terutama di paruh terakhir saat Indonesia diterpa krisis moneter parah. Apalagi saat itu diberlakukan sistem rayon pada beberapa area di Jakarta sehingga di dalam kota pun kita harus membayar biaya percakapan jarak jauh atau interlokal.

Namun memasuki milenium baru, beberapa operator mengeluarkan produk seluler CDMA dimana tarifnya tidak semahal bila kita menggunakan kartu sim lainnya. Hal ini membuat bisnis wartel berguguran alias gulung tikar satu persatu hingga saat ini rasanya sudah tak ada lagi masyarakat di Jakarta dan sekitarnya yang menjalankan bisnis wartel.

Memasuki medio dekade 2000-an, muncul dan tumbuh subur pula bisnis warnet hingga mampu berjaya kurang lebih satu dekade. Namun seiring munculnya seluler android, maka satu per satu pengusaha warnet bertumbangan walau masih ada juga yang masih bisa bertahan (survive) dengan mengandalkan pelanggan dari kalangan anak-anak dan remaja untuk games online.

Sedangkan untuk contoh ketiga yang disebutkan di atas, kounter-kounter seluler masih banyak dan cenderung menjadi salah satu bisnis primadona di beberapa kawasan ibukota meskipun untuk bisnis jual beli seluler bekas tidak seramai satu dekade sebelumnya karena secara umum, harga seluler yang baru tidak semahal dahulu sehingga masyarakat lebih memilih untuk membeli seluler yang baru.

Bagaimana menurut Anda?          




image: 2.bp.blogspot.com

0 komentar