Fenomena Maraknya Penamaan Berbagai Menu dengan Kata-kata Seram di Jakarta & Sekitarnya

Fenomena Maraknya Penamaan Berbagai Menu dengan Kata-kata Seram di Jakarta & Sekitarnya

Fenomena Maraknya Penamaan Berbagai Menu dengan Kata-kata Seram di Jakarta & Sekitarnya: Sebuah Opini Pribadi  

 

Fenomena maraknya penamaan menu-menu seram sejak beberapa tahun terakhir banyak dijumpai di berbagai warung, resto, cafe dan tempat-tempat kuliner lainnya yang tersebar di seantero Jakarta dan sekitarnya.

Tulisan pada post kali ini hanya penulis maksudkan untuk mengulas sedikit tentang fenomena yang mungkin baru muncul sejak satu dekade terakhir ini di Jakarta dan sekitarnya.

Selain itu, penulis juga hendak menyampaikan pandangan penulis sendiri terkait dengan fenomena ini tanpa bermaksud menunjukkan sikap antipati kepada para pengusaha kuliner dimaksud.

Penulis pun yakin para pembaca sekalian pernah pula untuk menyantap berbagai makanan yang dinamai dengan kata-kata seram tersebut seperti Sambal Iblis, Soto Setan Jahanam dan lain sebagainya.
 
Barangkali itu merupakan bagian dari kreativitas para pengusaha kuliner untuk menarik perhatian agar dagangan mereka laku, disamping untuk terlihat unik yang ujung-ujungnya sama yang tak lain dan tak bukan adalah untuk mencuri perhatian agar dagangan mereka laku. Istilah kerennya mungkin, ini soal branding  bung!

Penulis sendiri belum mengetahui secara persis darimana dan sejak kapan fenomena ini mulai menggejala, apakah ia bermula dari Jakarta atau dari wilayah lainnya di tanah air.

Bagi sebagian orang, fenomena ini merupakan hal yang sah-sah saja, namun bagi sebagian orang lainnya, termasuk penulis tidak sepakat dengan fenomena pemberian nama-nama dimaksud pada menu-menu makanan dan minuman yang kita santap dan minum.   .

Alasannya? Karena makanan dan minuman yang kita nikmati itu merupakan karunia dari Sang Pencipta sehingga tak elok rasanya bila makanan-makanan dan minuman-minuman tersebut dinamai dengan kata-kata seram seperti yang kini marak itu.

Bagaimana dengan Anda?


image: smhcomau

0 komentar