Slipi yang Bikin Sleepy




Kala kusapa hari ini 

Secerah mata terbuka 

Akankah ada keheningan 

di jalan yang telah tertanda  

...


Penggalan lirik lagu Kurnia & Pesona milik musisi senior Fariz Roestam Moenaf ini sengaja penulis hadirkan untuk mengawali tulisan bergenre 'Descriptive & Recount' ini.

Kebetulan, saat mana penulis menatap pemandangan dari satu gedung di Kawasan Sudirman tempat penulis akan mengajar pagi itu, penulis teringat akan lagu itu untuk kemudian segera memutarnya melalui telepon seluler penulis sembari menikmati secangkir kopi pagi.

Sekedar untuk diketahui, selain mengajar secara reguler di sebuah institusi di Selatan ibukota, adakalanya penulis juga mengajar (penulis lebih suka menyebutnya dengan istilah 'ngamen') di sejumlah institusi lainnya, baik menjadi pengajar pada program reguler maupun program Corporate Training yang sangat penulis nikmati.   

Kembali ke bahasan ...

Cuaca pagi itu sangat cerahnya dan mata penulis memandang ke arah Slipi sembari mengingat kawasan yang terletak di Wilayah Kotamadya Jakarta Barat itu yang menjadi bahasan post kali ini, meskipun kawasan itu tidak begitu terlihat pada foto yang penulis hadirkan.

Slipi adalah sebuah kelurahan yang termasuk dalam Kecamatan Palmerah. Kelurahan ini memiliki luas sekitar 97.42 hektar dengan jumlah penduduk sekitar 19.555 jiwa berdasarkan data yang penulis baca di Wikipedia.  

Dalam sejarahnya, Slipi ditetapkan sebagai kawasan niaga untuk pertama kali oleh Daendels pada 1811 sebelum Inggris mengambil alih Batavia dari tangan Belanda sehingga kedudukan Daendels sebagai Gubernur Jenderal digantikan oleh Thomas Stamford Raffless.

Namun demikian, belum diketahui secara pasti mengapa kawasan itu diberi nama Slipi kecuali bersifat gurauan karena pengucapan kata 'Slipi' sama dengan sebuah kata dalam Bahasa Inggris yakni 'Sleepy' yang berarti mengantuk.

Konon, pada beberapa dekade lalu, terdapat sebuah gedung melingkar di perempatan Slipi kini, yang membuat para pengendara harus memutar terlebih dahulu untuk berganti arah.

Karena kawasan itu memang sudah menjadi salah satu kawasan macet sejak dulunya sehingga proses berganti arah berlangsung lama yang membuat para pengendara mengantuk sehingga disebutlah kawasan itu sebagai Sleepy yang dieja dalam Bahasa Indonesia sebagai Slipi :)

Sumber: 
wikipedia
 awanjakarta

image: 
Koleksi Pribadi
   




  

0 komentar