Pasar Tanah Abang



Pasar Tanah Abang: Pusat Grosir Terbesar di Asia Tenggara

 

Pasar Tanah Abang yang kini telah menjelma sebagai salah satu sentra bisnis terpenting dan terbesar di ibukota memiliki sejarah yang sangat panjang


Pasar Tanah Abang yang berlokasi di Jakarta Pusat ini sudah ada sejak masa Gubernur Jenderal Abraham Patramini yang memberikan izin kepada Yustinus Vinck untuk membangun Pasar Tanah Abang pada tahun 1735.

Awalnya disebut Pasar Sabtu karena di masa itu, izin pendiriannya adalah untuk menjual barang-barang kelontong dan tekstil dan buka hanya pada hari sabtu saja.

Pasar Tanah Abang pernah mengalami kehancuran karena kerusuhan yang terjadi pada 1740 dan dibangun kembali pada 1881 dan beroperasi tidak hanya di hari Sabtu tetapi juga di hari Rabu.
Bangunan Pasar Tanah Abang dibangun secara sederhana karena terdiri dari dinding bambu dan papan serta atap rumbia saja.

Pasar Tanah Abang terus mengalami perbaikan hingga akhir abad ke-19 dimana bagian lantainya mulai dikeraskan dengan pondasi yang diaduk.

Pasar Tanah Abang kembali direnovasi hingga pada 1926, pemerintah Batavia membongkar total Pasar Tanah Abang dan diganti dengan bangunan permanen yang terdiri dari tiga buah los panjang yang terbuat dari tembok dan papan dengan ditutupi dengan atap genteng.

Seiring dengan beroperasinya Stasiun Tanah Abang membuat Pasar Tanah Abang semakin berkembang pesat hingga pada 1973, pemerintah DKI kembali melakukan peremajaan dan membangunnya menjadi bangunan berlantai empat yang terdiri dari empat bangunan pula dan sejak itu Pasar Tanah menjelma menjadi salah satu pusat grosir terbesar di Asia Tenggara.




image: alibaba.com
sumber: wikipedia

0 komentar