Kenapa Harus Ada Roti Buaya dalam Adat Pernikahan Masyarakat Betawi?


Gara-gara mendengarkan salah satu lagu band Naif  yang berjudul Piknik 72  dimana dalam penggalan liriknya terdapat  frase 'roti buaya' memberikan inspirasi bagi penulis untuk menggoreskan tulisan ini. 


Ingat roti buaya, penulis langsung ingat adat pengantin Betawi dimana pengantin pria harus membawakan roti buaya kepada pengantin wanita dan hal itu sepertinya sudah menjadi salah syarat yang harus dipenuhi mempelai pria meskipun roti buaya tersebut sebenarnya akan dilemparkan kepada para tamu yang masih single, dengan harapan mereka yang mendapatkannya segera bisa menyusul pihak kedua mempelai. 

Yang menjadi pertanyaan: Kenapa harus roti?

 

Usut punya usut, ternyata masyarakat Betawi tempo dulu dipengaruhi oleh budaya orang-orang Belanda yang menjajah Indonesia. Kebiasaan tersebut tertanam dalam pikiran masyarakat Betawi bahwa dalam suatu adat pernikahan mesti ada yang namanya simbolisasi.

Bila orang-orang Belanda menyimbolkan bunga sebagai perlambang cinta kasih, maka masyarakat Betawi memilih simbol roti.

Bagi masyarakat Betawi di kala itu, roti adalah makanan orang-orang gedongan, perlambang kemapanan.

Lalu kenapa harus roti buaya?


Well ... Buaya itu perlambang kesetiaan karena hanya memiliki satu pasangan selama hidupnya sehingga melalui simbolisasi roti buaya tersebut, sang pria diharapkan bisa memberikan kemapanan sekaligus kesetiaan pada sang wanita.

Yo wis, kita simak dulu vokalnya si David bersama bandnya itu yuuk ... :)



Pergi di hari Minggu 

Bersama pacar baru 

Naik Vespa keliling kota

Sampai Binaria 

Hatiku jadi gembira

 

Sesampainya di sana

Duduk dua-duaan

Makan roti buaya

Dengar lagu kita

Kita menari bersama

 

Di batang pohon 'kan kuukir nama kita 

Tanda sayang selalu

 

Sore hari telah menjelang 

Saatnya untuk untuk pulang

Vespa mogok di jalan

Turun pula hujan

Berteduh kita di taman

 

Lihat dik itu melati

Indah nian berseri

Kan kupetik untukmu

Simpan dalam hati 

Nanti kuambil kembali 


Sumber: 
Youtube
Image:
Wikipedia

0 komentar